Isu Kopi Berpestisida Upaya Melumpuhkan Ekonomi Masyarakat

0
233

Blangkejeren (Ara News) : Bupati Gayo Lues H. Muhamamad Amru tanggapi beredarnya isu kopi arabika berpestisida, ia menyebutkan isu tersebut merupakan salah satu upaya untuk melumpuhkan ekonomi masyarakat Datiga (Dataran Tingga Gayo Alas) Aceh.

“Isu ini akan berdampak pada turunnya harga kopi arabika asal Gayo yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi masyarakat petani kopi di dataran tinggi Gayo. Ini salah satu upaya dalam menghancurkan ekonomi masyarakat yang diakibatkan oleh persaingan dagang”, ujarnya. Jumat (11/10/19).

Amru memastikan kopi arabika khususnya asal kecamatan Pantan Cuaca- Gayo Lues tidak tercemar pestisida karena dikelola dengan sistem organik. Petani Kopi Pantan Cuaca selama ini telah mendapat bimbingan dari Usaid Lestari dan Dinas Pertanian dalam peningkatan produksi komiditi kopi secara organik.

“Bila ada kopi arabika tercemar pestisida diprediksikan kopi oplosan daerah lain dioplos pada kopi arabika Gayo yang sudah memiliki nama. Diharapkan kepada pedagang kopi dan para importir agar tidak bermain dengan mengoplos kopi dari luar yang lebih murah kepada kopi Gayo yang sudah memiliki brand tersendiri,” terangnya.

Amru meminta lembaga survei ataupun peneliti untuk hadir ke Gayo Lues melakukan uji laboratorium kopi Pantan Cuaca agar tidak menjadi isu yang menghancurkan harga kopi dunia.

Sementara Herman Petani kopi Pantan cuaca mengatakan sudah dua tahun petani tidak lagi menggunakan pestisida dalam melakukan perawatan kebun kopi. Para petani kopi di Pantan Cuaca mengikuti arahan dan bimbinganm dari Lestari cara mengelola kopi dengan secara organik. Meskipun dengan organik tetapi hasil produksi tidak mengalami penurunan. Karena di dukung dengan lahan yang subur dengan unsur hara yang memadai.

Sepengetahuannya petani kopi di Pantan Cuaca dari tahun 90-an sejak awal tanam kopi tidak pernah menggunakan obat-obatan dan pupuk kimia sampai saat ini. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan hasil produksi , kopi Pantan memiliki berat yang lebih dari kopi asal daerah lainnya. Dan cita rasa yang berbeda, bahkan hasil penelitian kementrian pertanian sebut kopi pantan cuaca berkualitas terbaik dari kopi lainya.

Sahudi dari yayasan Ifrosula Usaid Lestari menyebutkan dari pantuannya selama melakukan pembinaan petani kopi di Pantan cuaca. Secara umum produksi kopi pantan cuaca dikelola masih menggunakan cara organik. Tanpa pupuk dan obat-obatan kimia. pihaknya sudah melakukan pembinaan lebih dari dua tahun di Pantan Cuaca. Petani di bina mulai pembuatan pupuk organik dan pada proses pembibitan penanaman dan perawatan sampai pemasaran. Kopi pantan cuaca bersih dari obat-obatan kimia.
(Abdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here