Kapolres Gayo Lues Tanam Perdana Buah Tin dan Anggur

0
110

Blangkejeren (Ara News) : Kapolres Gayo Lues, AKBP Rudy Setiawan tanam perdana buah tin dan anggur di penangkaran di belakang Mapolres. Rencana buah tin dan anggur tersebut akan dikembangkan secara massal di wilayah Kabupaten Gayo Lues. Senin (07/10/2019).

AKBP Rudy Setiawan kepada sejumlah wartawan menyebutkan, buah tin dan anggur ini merupakan sambutannya atas keresahan Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru yang menginginkan masyarakat menjauhi tanaman ganja.

“Pertama saya menjabat sebagai Kapolres Gayo Lues, Bapak Bupati menitipkan kepada saya, agar persoalan ganja menjadi perhatian serius, karena kasus ganja di sini cukup tinggi, terlebih dengan anekdot yang cukup menggelisahkan, ganja terbaik itu ternyata berasal dari Gayo Lues,” ujarnya.

Kapolres menerangkan, untuk mengikis persoalan tersebut, masyarakat harus dialihkan ke tanaman lain yang lebih menguntungkan dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan tanaman buah tin dan anggur.

Menurut Kapolres, dari berbagai varietas yang ada buah tin dan anggur dapat meningkatkan pendapatan secara signifikan. Karena, kedua varietas ini berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Untuk buah tin diusia sembilan bulan sudah bisa panen, dan buah anggur unggulan dapat dipanen saat usia empat belas bulan.

“Bibit buah tin dan anggur belum kita sebar ke masyarakat, kita dikembangkan terlebih dulu di Polres. Nanti setelah berhasil, baru disebar ke masyarakat dan dipamerkan pada Pemerintah Daerah, agar mau mendorong dan mendukung dengan serius pengembangan Buah Tin dan anggur unggulan ini di Gayo Lues,” terangnya.

Sementara untuk bibit kedua komoditas ini dibawa oleh Professor UGM, Agus Aprianto, dan diundang Kapolres langsung terjun ke Gayo Lues untuk mempraktekkan cara membudidayakannya di penangkaran milik Polres, “Saya bercita-cita, selain ada kopi Gayo, nantinya komoditas unggulan di Gayo Lues bisa bertambah dengan buah tin dan anggur Gayo. Itu merupakan cita-cita saya,” jelasnya.

Ditempat yang sama,  Profesor, Agus Aprianto menerangkan, buah tin dan anggur ini akan dikembangkan di Gayo Lues dengan berbagai jenis varietas, karena harga kedua komoditas ini dipasar sangat tinggi.

“Untuk di Pulau Jawa saja, Buah Tin dan Anggur jenis yang akan ditanam ini seharga Rp. 200 hingga 300 ribu rupiah per kilonya. Itu jika kita beli langsung di kebunnya, jika di pasar, tentu harganya lebih tinggi lagi,” ujarnya.
(Abdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here