30 Kepala Lembaga dan Guru PAUD Gayo Lues Magang ke Banda Aceh

0
193

Blangkejeren (Ara News) : Untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di kabupaten Gayo Lues, Dinas Pendidikan Gayo Lues bekerjasama dengan Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh berangkat 30 kepala lembaga dan guru PAUD Gayo Lues untuk mengikuti magang selama satu bulan penuh di Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues, Anwar, S.Pd.,M.AP dalam laporannya di acara launching magang kepala lembaga dan guru taman kanak-kanak (PAUD/TK) yang dilaksanakan di Hotel Marmas menyampaikan, kegiatan magang akan dilaksanakan selama 30 hari di sejumlah TK ternama kota Banda Aceh diikuti 30 peserta magang terdiri dari kepala TK dan guru TK  Kabupaten Gayo Lues.

Anwar berharap dengan adanya kegiatan magang tersebut, para kepala TK dan Guru TK mendapatkan ilmu pengetahuan baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk anak usia dini,” apa yang telah TK ternama provinsi lakukan, baik kepala sekolahnya, guru nya , cara proses pembelajarannya, cara penanganan izinnya, dan cara meningkatkan kecerdasan para didiknya dapat kita tiru dan kita terapkan di TK kabupaten Gayo Lues,” ujarnya Jum’at (20/09/2019).

Anwar menerangkan, kecerdasan anak tercipta dari umur nol tahun sampai delapan tahun, jadi masa pembentukan emas anak-anak adalah di delapan tahun ini, dalam pembentukan anak tersebut masuk kedalam prasekolah, berarti peran  guru TK sangat menentukan kecerdasan anak-anak nantinya.

“Jadi perlu juga saya tekankan bahwasanya anak-anak ditingkat TK ini saya laporkan kepada bapak Bupati, dia (Anak TK) kurikulumnya tidak seperti kurikulum pembelajaran  ditingkat dasar, anak-anak di sana memang murni hampir 75% tujuannya (pembelajaran) adalah pengembangan karakternya, bermain dan bersosialisasi bersama temannya dan mencontoh dari guru-gurunya tentang sopan santun, norma-norma, akhlak, dan kebersihan jadi contoh semuanya,” ungkapnya.

Anwar melanjutkan, para guru-guru, terutama para guru PAUD merupakan model, dan contoh bagi murid-muridnya, dalam perkembangan dan pembentukan karakter anak-anak nantinya dapat diperolehnya dari guru-gurunya, “Maka guru-guru kita ini di magangkan agar mampu mengajarkan anak-anak kita dan mampu memberikan contoh serta membantu para peserta didik dalam proses pengembangan diri untuk menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter dan berkepribadian baik,” tandasnya.

Sementara Bunda PAUD Gayo Lues, Hj. Hartati Amru dalam sambutannya menyampaikan, para peserta magang yang akan diberangkatkan ke Provinsi bertujuan menimba ilmu dan pengalaman untuk diterapkan nantinya demi kemajuan pendidikan anak usia dini di kabupaten Gayo Lues. 

“Besar harapan kami melepaskan ibu-ibu membawa nama kabupaten Gayo Lues, jagalah nama baik kita, ikuti prosedur yang ditetapkan dan bimbingan dari tutor yang akan mendampingi ibu-ibu,” ujarnya.

Hartati melanjutkan, para peserta magang agar bersungguh-sungguh menimba ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya demi masa depan pendidikan dan generasi emas kabupaten Gayo Lues, “Dengan kesungguhan niat kita bersama, insya Allah Tuhan meridhoi upaya kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan kabupaten Gayo Lues,” tandasnya.

Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru dalam sambutannya, selama satu bulan penuh para peserta magang akan mendapatkan latihan sekaligus studi banding di beberapa lembaga taman kanak-kanak yang berada di Banda Aceh yang sudah diakui kualitas pendidikannya, dan kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempelajari sistem pendidikannya yang pada akhirnya dapat di aplikasikan di Gayo Lues.

“Kita semakin lama semakin menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk anak usia dini, jadi kalau saya simak lagu mars dari PAUD tadi, andaikan semua ibu-ibu dikampung tahu lagu ini, itu akan sangat membantu kita, yang menjadi persoalan bagaimana memberikan kesadaran kepada ibu-ibu yang ada dikampung betapa pentingnya pendidikan anak usia dini sehingga mereka mau menyekolahkan anak-anaknya untuk mengikuti proses pembelajaran dimulai dari usia dini,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, apa yang dilakukan di masa lalu, itu yang akan dialami dimasa yang akan datang. 18 tahun yang lalu tidak ada yang pernah tahu apa itu PAUD, 20 tahun yang lalu Gayo Lues tidak pernah kenal apa itu namanya PAUD, taman kanak-kanak saja tidak ada. Akibat tidak diberikan Pendidikan yang baik 18 atau 20 tahun yang lalu, hari ini bisa dilihat hasilnya, mereka yang tidak pernah mendapatkan pendidikan bagus, rata-rata karakternya sulit dibentuk dan nasibnya tidak begitu beruntung, “Banyak lagi seusia kita, seusia ibu-ibu sekarang ini tidak bernasib baik akibat tidak diberikan Pendidikan yang bagus dimasa keemasannya tadi, dari nol sampai delapan tahun,” ujarnya.

Bupati menekan, bahwa para guru yang sudah pasti paham tentang pentingnya pendidikan, memiliki tanggungjawab untuk mensosialisasikan kepada ibu-ibu dikampung agar mereka sadar betapa pentingnya anak-anak, khususnya di usia nol tahun sampai delapan tahun mendapatkan pendidikan dan bimbingan untuk mengembangkan bakat dan karakternya.

“Kalau kita memberikan pendidikan yang baik kepada anak dari nol sampai delapan tahun, di usia 18 tahun, kita sudah tahu anak ini mau jadi apa? Kita bisa lihat anak ini suatu saat akan menjadi Tentara, jadi Polisi, anak ini akan menjadi seorang dokter. Jadi ibu-ibu jangan hanya bisa mendidik murid saja tapi juga harus mampu memberikan kesadaran kepada orang tua murid betapa pentingnya pendidikan disekolah dan diluar sekolah,”  ujarnya
(Abdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here